tulisantulisan dari pinggir jembatan merahputih ambon, delapan november duaributujuhbelas;

I bernegara itu seperti duduk ngopi di kedai kesukaan bersama temanteman. lalu mengobrol banyak perihal yang asikasik, kecuali : 1. apa itu kopi? 2. coarse, medium atau fine? 3. arabica, robusta, luwak atau bajing loncat? 4. dan lain sebagainya yang pelikpelik sirius   nb : ngopi ya, ngopi aja. sbab yang filosofis itu dasar negara, […]

Read More tulisantulisan dari pinggir jembatan merahputih ambon, delapan november duaributujuhbelas;

dili.ni ma.sa;

I lalu ia berkata kepada mereka “dosamu telah diampuni, kecuali : yangdi linimasa; ke.ma.rin.” II dan ia berkata kepada mereka semua: “setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus membuat akun baru, menekan tombol ikuti, memikul sendiri bebannya di linimasa dan mengantongi gawainya tiaptiap hari.” III pada suatu hari, seorang dari orang banyak itu bertanya : “guru, […]

Read More dili.ni ma.sa;

malamkudus capbaltiga;

pada malam duapuluhlima desember, orangorang nongkrong di emperemper warung kopi. mengobrol dan menyalakan rokoknya yang kratak-kretek. dari dalam bangunan gereja, lagu malam kudus lirih di awanawan. di kabubapten ini, yang terkenal paling kudus seantero jagad hanyalah : kreteknya

Read More malamkudus capbaltiga;

Wi-Fi;

II pada hari yang kesekian, tuhan menciptakan Wi-Fi. supaya umat manusia bisa mengerti bahwa : yang tak kliatan blum tentu, tak-da III   andai doadoa bisa sepertimu; tak kliatan namun, ja-di I tohu va vohu. lalu tibatiba, titik hijau menyala di layar kaca : pada hari yang pertama, tuhan telah membayar lunas tagihan internet seluruh […]

Read More Wi-Fi;

hikmahpejalankaki;

pada satu malam minggu di tanjakan batu merah : lampulampu kendaraan menyala terangbenderang. ramai barisberbaris seperti semut kepada gula di ampas roti.   ambon : masih manise,         ma-sih ma-nis-e

Read More hikmahpejalankaki;

kisikana;

di bentangan samudra mahaluas, kau memandang dirimu sendiri sebagai apa : ampaskayu sampahantariksa Übermensch  berbi

Read More kisikana;

maistresse aestuarium;

melayari tubuhmu sebagai samudra maha luas adalah kembara. pada lelaki yang mengangkat batu sauh menuju laut, tiap-tiap hari. sebagaimana musim menjatuhkan pala ke tanah yang tak pernah meminta. cinta adalah labuhan, tempat lelaki memagut bibir perempuannya. ciuman seharum fuli, segetir sageru. tak kutemukan jalan pulang di situ. sebab bibirmu adalah estuari, mata jalan menuju laut […]

Read More maistresse aestuarium;

semesta aksara;

semesta menjatuhkan aksaranya pada lautan. teluk-teluk seumpama kayeli, ambon, saleman. debur yang menyergap buano, kuako. membentuk karang jadi batu rupa-rupa. kapal dan layar; capeu dan kuda. daun-daun mengumpul berkas; terseraknya rima, alif, iota. semesta menerjemahkan tuhan; rahim seluas tetumbuhan. benih seluas lautan. teduh seluas telaga. sepenuh-penuh air mata; kata-kata adalah piala. menjelaskan siapa manusia; padamu, […]

Read More semesta aksara;