tulisantulisan dari pinggir jembatan merahputih ambon, delapan november duaributujuhbelas;

I bernegara itu seperti duduk ngopi di kedai kesukaan bersama temanteman. lalu mengobrol banyak perihal yang asikasik, kecuali : 1. apa itu kopi? 2. coarse, medium atau fine? 3. arabica, robusta, luwak atau bajing loncat? 4. dan lain sebagainya yang pelikpelik sirius   nb : ngopi ya, ngopi aja. sbab yang filosofis itu dasar negara, […]

Read More tulisantulisan dari pinggir jembatan merahputih ambon, delapan november duaributujuhbelas;

menafsirfotojuna #2

seorang pelaut tua tersesat di lantai tujuh sebuah pusat belanja yang terangbenderang. ia mencaricari arah, menengadah ke langit dan menemukan gugusan bintang yang samasekali tak dikenalinya.  

Read More menafsirfotojuna #2

Wi-Fi;

II pada hari yang kesekian, tuhan menciptakan Wi-Fi. supaya umat manusia bisa mengerti bahwa : yang tak kliatan blum tentu, tak-da III   andai doadoa bisa sepertimu; tak kliatan namun, ja-di I tohu va vohu. lalu tibatiba, titik hijau menyala di layar kaca : pada hari yang pertama, tuhan telah membayar lunas tagihan internet seluruh […]

Read More Wi-Fi;

hypolight; untuk flip nixon pormes

rue legendre, lima hari menjelang akhir tahun. aku menapaki batu-batu bata. kata-kata adalah piala. menyala pada satu musim dingin yang paling keparat. bajingan, aku begitu jauh dari rumah. menyusur cimetière du montparnasse. pohon-pohon bergugur daun. patung-patung yang sendiri di depan nisan. aku bilang pada tuhan “aku tak ingin mati di sini”. di depan pualam Sartre, […]

Read More hypolight; untuk flip nixon pormes