LIMAKALIMAT KECE DARI BUKUBUKU YANG KUBACA BEBERAPA MINGGU INI #2;

“memanglah yang penting bukan bangunan sebagai bangunan, tetapi mampukah kita menciptakan tata ruang, di mana homo ludens dapat merasa diri satu unit keluarga besar yang mudah bermain bersama?” Wastu Citra – Y. B. Mangunwijaya   “wasted steps are like wasted thoughts, just as empty and just as ignorant”  April Morning – Howard Fast   “manusia […]

Read More LIMAKALIMAT KECE DARI BUKUBUKU YANG KUBACA BEBERAPA MINGGU INI #2;

bukan cerita pendek;

satu kapal asing melepas jangkar dan listriknya yang mancanegara di tepi dermaga risinai hunimua. juga asap yang kelabu dari delapan corongnya yang raksasa. dua jam sebelum matahari tenggelam, satu kapal kayu menepi di jembatan kaca satu gugus pulau terluar. beras, minyak, semen, tembakau dan manusia : keluar dari palka dan buritan, satu demi satu. di […]

Read More bukan cerita pendek;

Moro: Sebuah Jampé Orgasmik

Originally posted on Aura Asmaradana:
Ada sedikit luka ketika mendengarkan Moro. Apalagi ketika terlebih dulu tahu bahwa yang dibawakan Morika Tetelepta itu adalah tafsir atas sebuah mantra—atau jampé dalam bahasa saya—tua Maluku. Pasalnya, tak semua orang punya pengalaman berhadapan dengan mantra. Hal itu sebetulnya patut disayangkan karena hemat saya, mantra adalah ekspresi manusia paling fundamental…

Read More Moro: Sebuah Jampé Orgasmik