apusaa;

di tanah yang kusebut sebagai beta; maluku pada mulanya adalah kata, lalu senjata dan merdeka. dari ujung hingga pangkal; panas adalah bakar api yang tak kunjung dapat kusangkal. merah yang karanunu dan sebagaimana putih adalah gigi anjing di pusaka pamali; kabaresi paling lelaki yaitu ketika manawa bertaruh nyawa di aong paling sunyi : sendiri pada […]

Read More apusaa;

auw lauwna;

di semesta yang paling biru, padang rumput adalah sibu-sibu; buai lembut yang senantiasa kupanggil dengan sebutan ibu. cinta adalah gugur daun-daun; tumbuh lagi ketika musim datang. sebab sepertinya mencintai memang harus seperti itu. lalu, kubilang kepada tanah, kepada batu; kepada rumput di semestamu yang paling biru : cinta serupa apakah yang sampai hati merubuhkan kayu-kayu? […]

Read More auw lauwna;